Jadwal sholat Ramadhan
Jadwal sholat Ramadhan

Ramadhan sudah di depan mata? Sudahkah kita mempunyai Jadwal sholat Ramadhan sebagai pemandu? Meski kita belum tahu pasti sebenarnya kapan awal Ramadhan karena masih menunggu keputusan pemerintah, jadwal ini penting. Penting agar kita dapat shalat awal waktu dan tidak terlambat sahur. Selain hal di atas, jadwal Ramadhan akan membuat kita dapat mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual. Jadwal kegiatan harian juga dapat disesuaikan jauh-jauh hari karena banyak amalan selama bulan ini yang sayang bila dilewatkan. Amalan tersebut, seperti tilawah Alquran, sedekah, menyiapkan hidangan berbuka, dan lain-lain.

Nah, umumnya jadwal Ramadhan menyesuaikan dengan Applikasi Acurate Hijri Calendar dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN). Aplikasi ini membuat jadwal berdasarkan hisab, sehingga awal Ramadhan tahun 1440 H akan jatuh pada tanggal 6 Mei 2019 dan 1 Syawal, 5 Juni 2019. Namun, kita tidak perlu khawatir, berapa pun tanggal awal Ramadhan yang digunakan, jadwal yang ada hanya tinggal menyesuaikan. Jika tetap tanggal 6 Mei, berarti sesuai jadwal. Sementara, jika mulai dari tanggal 7 Mei, kita langsung melihat jadwal di hari kedua. Sederhana bukan?

Ssst, tahukah kita apa perbedaaan Jadwal sholat Ramadhan dengan kalender biasa? Ada dua hal yang membedakan, yuk simak di bawah ini!

1. Jadwal Imsak

Imsakiyah berasal dari Bahasa Jawa yang artinya puasa. Imsak menunjukkan waktu dimulainya berpuasa, biasanya sekitar 10 menit sebelum azan Subuh berkumandang. Adanya jadwal imsak membedakan jadwal shalat yang dibuat untuk bulan Ramadhan berbeda dengan jadwal biasa. Jadwal imsak umumnya satu paket dengan jadwal shalat selama Ramadhan. Hal ini ternyata pertama kali dibuat saat Pemerintahan Mesir yang dipimpin oleh Muhammad Ali Pasha sekitar tahun 1262 Hijriyah. Jadwal yang awalnya hanya terdiri dari jadwal shalat dan imsak kemudian terus berkembang ke seluruh dunia dengan berbagai bentuk hingga saat ini.

Di dalam jadwal terkadang dimasukkan berbagai informasi seputar Ramadhan, sedekah, zakat fitrah, dan lain-lain.

2. Jadwal Shalat Tarawih

Pada dasarnya, tidak ada jadwal tarawih secara langsung dalam jadwal shalat selama bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan tarawih termasuk dalam shalat malam yang dapat dikerjakan kapan saja. Namun, di Indonesia secara berjamaah masyarakat sering melaksanakan shalat tarawih setelah shalat Isya.

Adapun hikmah shalat tarawih, antara lain:

  • Mendapat Ampunan Dosa

Orang yang melaksanakan shalat tarawih diyakini akan mendapat ampunan dosanya selama satu tahun. Hal ini sesuai dengan Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim: Barangsiapa yang melakasanakan qiyamul lail Ramadhan karena keimanan dan ingin mendapatkan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

  • Bagaikan Shalat Semalam Penuh

Meski Rasulullah tidak pernah mewajibkan shalat tarawih dan berjamaah melakukannya, hukum shalat ini sunnah muakkad. Siapa saja yang melaksanakannya secara berjamaah, maka seperti melakukan shalat semalaman penuh.

Ini sesuai dengan HR Ahmad dan Tirmidzi: barangsiapa yang shalat tarawih bersama imam atau berjamaah samapi selesai maka ditulis pahala qiyamul lail baginya satu malam penuh.

  • Shalat Paling Utama

Dalam berbagai hadist disebutkan bahwa shalat qiyamul lail di saat Ramadhan atau shalat tarawih merupakan shalat sunnah paling utama. Siapa saja yang mengerjakannya akan mendapat pahala berlipat ganda, apalagi di malam lailatul qadar yang hanya ada pada 10 malam terakhir bulan ini.

Demikian artikel tentang perbedaan jadwal shalat Ramadhan dan biasa. Yuk, persiapkan diri menyambut Ramadhan dari sekarang!