Photobook
Photobook

Dunia fotografi saat ini bukanlah milik kalangan tertentu saja. Dahulu memang masih sedikit orang yang suka melakukan foto. Kegiatan foto-foto ini dilakukan pada momen tertentu saja seperti kelulusan sekolah, pendidikan dan pelatihan, ulang tahun dan pernikahan. Itu pun dilakukan dengan kamera tradisional yang hanya dimiliki oleh segelintir orang, jika tidak, dengan menyewa juru foto pada studio-studio foto karena sedikit sekali kalangan masyarakat yang memiliki kamera. Namun, kenyataan tersebut tentu berbeda dengan keadaan saat ini.

Saat ini, berfoto-foto itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup manusia modern yang tidak mengenal batas usia. Semua suka melakukan foto-foto dengan berbagai scene atau latar kegiatan yang dilakukan. Batasan situasi dan momen seperti pernikahan, pesta ulang tahun, kelulusan pendidikan dll sudah tidak berlaku lagi. Situasi apa pun yang dianggapnya unik dan akan menimbulkan respon baik dari orang lain maka akan dilakukan. Sebagai contoh, kini tren foto dengan gurunya di kelas sudah hal yang biasa, ibu yang sedang masak pun diambil gambarnya, bahkan orang yang melakukan foto ekstrim atau dikenal dengan istilah ‘selfie’ ekstrim. Semua ini bisa kita sebut sebagai dinamika kemajuan fotografi.

Mewabahnya kegiatan ‘selfie’ ini bisa dipandang dari berbagai angle. Apabila dilihat dari sudut pandang budaya hal ini bisa positif sekaligus negatif. Sesuatu yang positif berarti manusia saat ini sudah bisa mengikuti tren global dan tentunya banyak sekali manfaat dari fotografi. Dikatakan negatif, jika terjadi hal-hal yang menyimpang dari fungsi fotografi ini. Namun, apa pun teknologi tidak bisa disalahkan. Dengan melihat fenomena foto ‘selfie’ ini terdapat sedikit kekurangan. Kekurangannya adalah setiap foto yang diambil hanya dibiarkan begitu saja dalam hapenya, tidak ada keinginan untuk mengabadikan dengan mencetaknya. Sedikit sekali orang yang ingin untuk menginventarisasi foto-foto terbaiknya yang kemudian dimasukkan ke dalam photobook. Padahal cara ini merupakan langkah yang baik untuk menjaga agar foto-foto yang berisi momen-momen terindah tersimpan dan terjaga dengan baik, sehingga sewaktu-waktu ketika kita merasa rindu dengan momen-momen tempo dulu bisa segera membukanya dalam photobook.