Berbagai Reaksi Alergi Yang Dapat Muncul Ketika Anak Memiliki Alergi Susu

0
31
Berbagai Reaksi Alergi Yang Dapat Muncul Ketika Anak Memiliki Alergi Susu
Berbagai Reaksi Alergi Yang Dapat Muncul Ketika Anak Memiliki Alergi Susu

Alergi susu dapat terjadi ketika tubuh menolak zat yang terkandung dalam susu sapi, yaitu protein di dalamnya ketika masuk ke dalam tubuh. Tubuh akan menganggap bahwa protein susu sapi tersebut adalah zat asing yang berbahaya dan harus dibuang dari dalam tubuh. Tidak hanya susu sapi, namun segala makanan dan minuman yang mengandung susu sapi seperti es krim, keju dan lain sebagainya. Biasanya alergi terhadap susu sapi sering terjadi pada anak-anak. Namun tak jarang ada sebagian orang dewasa yang juga memiliki alergi terhadap susu sapi, akan tetapi jumlahnya tidak sebanyak anak-anak yang alergi. Karena pada dasarnya alergi pada anak-anak dapat menghilang seiring dengan bertambahnya usia anak karena sistem pencernaan anak akan berkembang hingga sempurna setelah dewasa. Tapi tidak semua anak bisa bebas dari alergi ketika dewasa.

Protein dalam susu sapi yang bertindak sebagai zat pemicu alergi atau alergen adalah kasein dan juga whey. Kasein merupakan zat yang biasanya ditemukan pada bagian padat pada susu sapi atau disebut juga sebagai dadih, sedangkan whey ditemukan di bagian cair pada susu sapi. Perlu anda ketahui, terkadang anak-anak juga bisa alergi terhadap susu hewan selain dari sapi, seperti susu kambing, domba dan hewan menyusui lainnya. Karena kandungan protein berupa kasein dan juga whey juga terdapat pada susu hewan menyusui lainnya. Untuk memastikan kondisi yang diderita oleh anak, dokter akan meminta anak untuk berhenti minum obat antihistamin setidaknya selama 5 hari hingga 7 hari sebelum datang ke dokter lagi. Selain menanyakan gejala yang dialami anak setelah mengkonsumsi makanan yang diduga menyebabkan reaksi alergi, dokter akan meminta orang tua untuk menghilangkan susu sapi dari menu makanan. Kemudian setelah beberapa lama, dokter akan meminta orang tua untuk menambahkan susu kembali ke dalam menu makanan anak. Dengan begitu akan terlihat perbedaannya. Apabila diperlukan, kemungkinan dokter juga akan meminta anak untuk melakukan beberapa tes lanjutan seperti tes darah untuk mengetahui kadar antibodi IgE, tes kulit (skin test) untuk mengetahui apakah anak mengalami reaksi ketika terpapar oleh protein dalam susu sapi.

Reaksi alergi yang biasanya muncul adalah kemerahan pada kulit, gatal-gatal, kesulitan bernapas, muntah dan diare. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan anak mengalami alergi susu, berikut adalah beberapa diantaranya.

1. Riwayat alergi pada keluarga, seperti ayah dan ibunya. Alerginya tidak mesti sama dengan yang diderita oleh anak, bisa asma, rhinitis atau eksim.
2. Anak-anak yang memiliki kondisi dermatitis atopik atau peradangan pada kulit.
3. Kondisi lingkungan yang tidak mendukung, terlalu sering terpapar asap rokok atau asap kendaraan bermotor, kondisi rumah yang kotor, berdebu dan juga lembab.

Selain reaksi yang ditimbulkan seperti muntah, diare dan lain sebagainya yang masih termasuk reaksi ringan, ada reaksi yang lebih berbahaya yang dapat muncul. Reaksi berbahaya ini disebut dengan reaksi anafilaksis, reaksi akibat alergi yang bisa menyebabkan kematian. Reaksi anafilaksis bisa menyebabkan kesulitan bernapas karena saluran udara menyempit dan udara tidak bisa keluar masuk ke dalam paru-paru. Apabila tidak segera di bawa ke Rumah Sakit dan mendapatkan penanganan yang tepat, nyawa anak berada dalam bahaya. Beberapa reaksi anafilaksis yang harus diperhatikan adalah tekanan darah turun secara drastic dan kemerahan pada kulit termasuk wajah serta seluruh tubuh terasa gatal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here