perhiasan tradisional
perhiasan tradisional

Menjaga tradisi adalah suatu kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia. Terlebih, Indonesia kaya akan budaya dan tradisi yang wajib dilestarikan. Salah satunya adalah perhiasan tradisional. Banyaknya model perhiasan di pasar tanah air, tidak lantas membuat pengrajin perhiasan lokal surut. Bahkan, desain khas pribumi tidak kalah indah dibandingkan dengan desain luar negeri. Bentuknya khas, dengan ukiran yang unik.

Perhiasan tradisional Indonesia biasanya digunakan untuk acara-acara spesial. Nah, berikut akan kami ulas pada acara apa saja perhiasan tersebut digunakan:

1. Prosesi Acara Pernikahan

Pada acara pernikahan, perhiasan memang menjadi aksesoris yang wajib dikenakan. Khususnya dikenakan oleh kedua calon pasangan. Perhiasan nusantara pun biasanya digunakan juga untuk proses tersebut. Umumnya, perhiasan akan dikombinasikan dengan busana adat, hingga busana modern saat ini.

Bagi Anda yang ingin menggunakan busana adat, pastikan Anda memilih perhiasan tepat. Gunakan perhiasan khas tradisional yang cocok dengan adat pernikahan yang Anda pilih.

2. Acara Adat

Indonesia kaya akan budaya dan adat istiadat. Setiap suku memiliki adat yang berbeda-beda. Nah, pada saat acara adat, umumnya mereka akan menggunakan perhiasan khas tradisional. Dalam acara ini, perhiasan tidak hanya sebagai aksesoris. Perhiasan bahkan menjadi salah satu objek utama dan penting dalam acara tersebut.

Beberapa perhiasan untuk acara adat, bahkan merupakan benda berharga turun temurun. Bisa dikatakan bahwa perhiasan tersebut sakral.

  • Jenis-Jenis Perhiasan Khas Nusantara

Ada banyak sekali perhiasan khas nusantara yang tersebar di negara kita. Setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Begitu juga dengan namanya yang unik-unik dan berbeda-beda. Berikut kami ulas apa saja jenis-jenis perhiasan khas tradisional:

  • Sulawesi Selatan: Tokeng, berupa kalung bersusun.
  • Maluku: Mahkota, kelat lengan, giwang, buah baju, dan anting-anting.
  • Nusa Tenggara Timur : Haikara, bula molik, kalung muti salak, gelang gading, mamuli, dan cincin.
  • Kalimantan Selatan: Kembang goyang, kalung samban rangkap tiga, galang karuncung, kalung marjan, dan cincin listring.
  • Jawa Timur: Kembang goyang, subang kundala, kalung hara, dan jamaus urna.

Itulah beberapa jenis perhiasan tradisional khas beberapa daerah. Perhiasan tersebut juga menjadi inspirasi untuk model perhiasan kontemporer. Semoga pemaparan di atas dapat menjadi informasi bermanfaat terkait kekayaan khas nusantara.